.....Kosong....... (dialog denganku)
ketika rasanya kita tidak berisi?
bukankah itu hanya pengingkaran metode dialektika yang kurang lebih hanya bermain2 dengan jurang2 komunikasi....hasil dari kelemahan instrumen linguis kita...
sesuatu yang selalu dibangga2kan peradaban....tapi juga tak terhitung titik lemahnya dapat dicubit2 nakal oleh para filsuf yang iseng di hari liburnya....
kenapa aku menulis hari ini?
karena aku kosong.....
apa itu kosong?
sebuah kata dengan berjuta definisi....bisa dengan bebas diinterpretasikan oleh keisengan kita yang sedang tidak mengerjakan apa2....
bisakah sedang tidak mengerjakan apa2?
bisakah malas?
bisakah tidak sedang berinteraksi dengan siapa pun?
bisakah.....
bisakah....kehampaan?
apa lagi itu kehampaan?
dalam rasa?
iya....dalam rasa....ketika kosong dalam rasa....
kenapa?
kenapa kau bertanya2?
bukankah kita harus senantiasa mencari tahu?itu baik untuk kita...percayalah....
benar itu bagus?
lalu kenapa tidak kau tanyakan saja hal2 yang lebih berguna?
karena......jika manusia hampa dalam rasanya, dia akan mereduksi nilainya sebagai seorang manusia....apa kau tidak ingin menjadi manusia yang seutuhnya?
aku selalu utuh, karena aku adalah aku...apa ada itu setengah aku, seperempat aku, atau sepertiga aku?
sepertinya aku adalah tetap aku....biarpun aku terbelah menjadi partikel2 mungil yang tidak dapat dihitung lagi oleh tingkat peradaban kita pada masa ini....
jadi untuk apa lagi mencari tahu kenapa aku kosong?
dari mana juga kau tahu jika aku benar aku sedang hampa rasa?
tau benar kah kau tentangku, lebih dari diriku sendiri?
aku cuma bersedih, mungkin, kawan...untuk alasan apa juga aku tidak tahu....
kurasa kau salah....jika kau pun tidak hampa rasa....
kau hanya menggunakan kesedihanmu untuk menutup2i kemalasanmu....yang kembali merekah setelah kauberi dia ruang nafas barang beberapa saat semalam...
kata nanti itu kerap lagi kau gaungkan di dalam lerung2 kepalamu....
mungkin kau benar....
tapi bagaimana dengan janji2ku yang sudah dibuat hari ini....bukankah itu juga sebuah pemaksaan bagi diriku untuk berkata nanti?
kurasa kau benar....
tapi apa jaminanmu kau akan benar2 berbuat nanti?
entah juga.....
mulai darimana pun aku masih kabur.....
berharap saja....berharap saja...
iya....aku kan dihadiahi kado rohani nanti....
mari kita berharap.....
aku sayang kamu.....ini adalah waktu yang benar2 berat bagi kita....

